Sabtu, 12 November 2011

Remaja dan Anak-anak juga Korupsi Loh!


Ngomong-ngomong soal korupsi nih. Tidak hanya para pejabat saja yang korupsi, anak-anak dan remaja juga korupsi loh. Hanya saja cara korupsinya berbeda. Kalau dikalangan pejabat itukan korupsi miliaran rupiah sedangkan dikalangan anak-anak dan remaja tidak sampai sebanyak itu. Palingan juga kurang dari 5000 rupiah ( Menurut pengalaman. . hehehe ).
Contohnya itu saudara saya. Waktu itukan dia disuruh ke warung untuk membeli terigu yang harganya 2500 rupiah. Eh. . emaknya kasih 5000 rupiah, akhirnya sisa kembaliannya itu di korupsi sama dia, waktu ketahuan sama emaknya. Dia cuman nyengir kuda menahan malu.
Terus juga, ada lagi nih. Temen sayakan disuruh beli masako yang harganya itu 500 rupiah, sedangkan ibunya memberikan uangnya itu 2000 rupiah ( uang yang lembaran itu loh. . taukan . . ? . ). Eh. . waktu pulang dari warung, dia ditanyain sama emaknya, “ duit kembaliannya mana jang. . ?” tanya ibunya heran.
“ Uangnya jatuh mak tadi ( dijelasin deh tuh kronologisnya. . hahaha. . ). Tadikan Ujang lagi jalan, terus Ujang kepeleset di becekan ( air hujan yang tergenang di jalan itu loh).  Eh waktu Ujang bangun, uangnya hilang. . terus juga baju Ujang basah. . kalo emak nggak percaya. . Liat nih baju Ujang, basahkan. .
( Alasan aja tuh, padahal mah ga benar. . baju dia itu bisa basah karena dibasahin sama dia. . Tapi sih untungnya, emaknya sadar kalo anaknya itu bohong. . sabar ya mak. . ). “
Nah. . belum selesai sampai sini aja, masih ada satu lagi, kalau ini adalah orang yang baru saya kenal belum lama ini. Diakan disuruh beli Kara ( semacam santan dari kepala. . eh salah deng. . kelapa maksudnya. . hehehe ) sama emaknya. Waktu dia sudah pulang dari warung, dengan santai dia memakan chiki dari uang kembalin emaknya,
“ Uang kembaliannya mana de. . ?” tanya emaknya heran.
“ tadi aye beliin chiki mak. . abis laper nunggu emak masak. “ jawab dia dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Tapi untungnya sih, emaknya nggak marah cuman kecewa aja. Mungkin emaknya kecewa karena emaknya mikir “ Ko nih anak nggak bilang sih. . Kalo di korupsi terus kaya gini. . bisa habis duit gue. . “ ( gaul banget emaknya ngomong gue. . hahaha. . kidding ).
Nah. . maka dari itu, kalau mau dibilang anak yang baik dan nggak korupsi. Bilang dulu kalau mau memakai uang ibunya. Kan kalau kalian memakai duit ibunya tanpa bilang-bilang, kasihan ibu kalian. Kalau aku sih takutnya, duit yang kalian pakai itu adalah duit yang sangat penting untuk ibu kalian.[]

Sejumlah Tokoh Nasional Tolak Kedatangan Obama



mediaumat.com- Sejumlah tokoh nasional menolak kedatangan Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia dengan alasan bahwa Obama adalah gembong kemunkaran negara penjajah kapitalis imperialis. Mereka menyatakan sikapnya itu dalam acara Halqah Islam dan Peradaban edisi KhususMembongkar Agenda Jahat di Balik Kunjungan Obama, Kamis (10/11) siang di Wisma Antara, Jakarta.
Menurut Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto, Obama adalah representasi dari kapitalisme dan imperialisme. Melalui perintah dan kebijakan Obama kapitalisme dikokohkan. Melalui perintah dan kebijakan dia juga imperialisme terus dijalankan.
Pelacuran adalah kemunkaran, perjudian adalah kemunkaran, pornografi adalah kemunkaran, riba adalah kemunkaran. Dengan penerapan sistem kapitalisme semua kemunkaran itu dilegalkan.
Begitu juga dengan kerusuhan di berbagai tempat termasuk di Papua, menurut Ismail, itu pun termasuk upaya dari tangan-tangan kapitalisme global untuk mempertahankan dominasi mereka.
“Jadi tidak salah kalau kita mengatakan bahwa Obama itu menghimpun seluruh kemunkaran! Dia adalah wajah kapitalisme yang paling tulen, jadi kalau ingin melihat wajah kapitalisme maka pandanglah wajah obama,” ujarnya dihadapan sekitar 500 peserta talkshow tersebut.
Ismail pun menyebutkan bukti-bukti bahwa Obama adalah representasi imperialisme dengan menyebutkan penjajahan Amerika di Irak, Afghanistan, Libya dan Pakistan.
“Jadi Obama adalah wajah imperialisme. Kapitalisme dan imperialisme itu adalah puncak kemunkaran, membunuh itu adalah kemunkarang, tetapi dengan imperialisme jutaan orang tewas dalam waktu yang sangat singkat,” pekiknya.
Bahkan saat ini, setiap hari Amerika mengirim terus pesawat tanpa awak ke perbatasan Pakistan-Afghanistan. “Dia bilang menyerang pusat-pusat terorisme, tetapi apa yang terjadi? Yang menjadi korban adalah penduduk sipil, madrasah, pesantren, anak-anak, perempuan. Semua itu terjadi setiap hari,” ungkapnya.
Menurutnya itu merupakan bukti yang lebih dari cukup untuk menunjukkan Obama adalah sosok yang kejam dan bengis. “Kurang bukti apa lagi? Apakah harus yang menjadi korban itu istirnya, anaknya, keluarganya terlebih dahulu untuk menyadari bahwa Obama itu orang yang sangat bengis dan kejam?” tanya Ismail.
Ismail pun mengingatkan umat Islam jangan tertipu dengan ucapan salamnya. Karena yang harus dilihat dari obama itu adalah dari tindakan dan kebijakannya, bukan sekedar kata-katanya. Karena didasarkan pada kapitalisme dan imperialisme maka semua tindakan dan kebijakan Obama merupakan kemunkaran.
“Karena itulah saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa puncak kemunkaran itu adalah kapitalisme dan imperialisme dan itu terhimpun dalam satu wajah obama!” tegasnya.
Jadi ketika dia datang ke Indonesia, berarti datang sebuah kemunkaran, “barang siapa yang melihat kemunkaran maka cegahlah kemunkaran itu dengan tanganmu, kalau tidak mampu, dengan lisanmu,” ujar Ismail mengutip hadits.
Selain Ismail, nampak pula tokoh lainnya yang hadir dan menyampaikan sikap penolakannya terhadap Obama, kapitalisme dan imperialisme. Di antaranya adalah KH Ahmad Zainuddin Qh (ulama), Fikri Bareno (Sekjen Al Ittihadiyah), Djauhari Syamsuddin (Ketua Umum SI), Fakhurrazi (Wasekjen Kahmi), Irena Handono (Kristolog), Tyasno Sudarto (mantan Kepala Staf Angkatan Darat), Marwan Batubara (mantan anggota DPD RI) dan Son Hadi (Jubir JAT).[] joko prasetyo